Selasa, 29 Oktober 2024

PROFESSIONAL VAPORISTA

BAGAIMANA MENJADI SEORANG VAPORISTA YANG BAIK?
Kejadian ini lumayan lama, ceritanya mampir di sebuah vapestore gara2 ada vapestuff yg ketinggalan, kesan pertama yg saya liat dari vapestore adalah respon vaporista. Ini umum sih, selalu yg saya amati saat pertama masuk ke toko adalah pelayanan. Citra sebuah vapestore berawal dari pelayanan yg baik dan berkualitas, dari situ nantinya kepercayaan konsumen mulai tumbuh. Baru sekali ini kesitu, pelayanan vaporista disitu lumayan ramah, bisa dibilang standar pelayanan toko pd umumnya. Basa basi formalitas dan pengetahuan vapingnya juga mumpuni, udah layak disebut vaporista. Ada sedikit kekurangan tapi masih wajar, mungkin kurang konsentrasi karena pengunjungnya juga lumayan banyak. Vaporista selama ini hanya dianggap sbg seorang pramuniaga yg bekerja melayani pembeli di sebuah vapestore. Kadang sebagian org memandang remeh profesi ini, pdhl vaporista punya peranan penting karena merekalah yg terkoneksi langsung dgn konsumen. Pada dasarnya tugas seorang vaporista meliputi seluruh proses pelayanan konsumen, menfasilitasi interaksi dan transaksi. Selain skill vaping dan kedisiplinan, pastinya dibutuhkan keluwesan dalam komunikasi lisan yg meliputi perkataan dan gestur shg menumbuhkan sikap profesionalisme bahwa tugas dan tanggung jawab mereka bukan sekedar sbg penjaga toko. Seperti apa sih gambaran vaporista yg ideal? Menurut saya, fungsi vaporista dimulai dari pintu masuk. Mereka dituntut memberikan welcome greeting yg ramah layaknya sambutan di hotel2 berbintang. Setelah memasuki toko, di saat konsumen kebingungan memilih peralatan vape yg cocok. Mereka dgn senang hati melayani kustomer menemukan tujuannya dan memberikan masukan seputar produk, termasuk informasi kualitas produk dgn benar, operasional dan perawatan produk misalnya. Disini mereka dituntut mempunyai pengetahuan yg luas di dunia vaping sebelum memberikan pertimbangan kepada konsumen layaknya seorang konsultan produk. Di saat konsumen merasa kesulitan dalam proses instalasi produk seperti proses coiling dan wicking. Seorang vaporista minimal mampu memberikan pelatihan/tutorial singkat ke konsumen. Tak lupa menawarkan jasa pembuatan dan pemasangan koil juga, jadilah mereka seorang tentor dan coil builder. Dari kriteria fungsi diatas, pekerjaan seorang vaporista meliputi multi passion. Intinya mereka mempunyai posisi sbg ujung tombak untuk menjadikan vapestorenya sbg destinasi utama para vapers. Membuat konsumen merasa diperlakukan istimewa, dilayani dan diberi ucapan yg melegakan hati, misalnya terima kasih… Beberapa kesalahan yg sering dilakukan vaporista terkait proses pelayanan, yang pertama kurang ramah. Hal yg sering membuat orang jengkel dan tidak nyaman ketika masuk ke vapestore adalah sikap kurang ramah vaporista. Baru juga masuk langsung disambut dgn muka cemberut. Kadang saya juga sering menemui vaporista yg lagi asyik main HP, ketika ada pertanyaan dijawab sekenanya dgn sikap acuh. Setiap konsumen butuh informasi produk, tanggapan negatif hanya akan bikin vaper enggan ke vapestore krn merasa tidak dihargai. Yang kedua diskriminatif, sering kejadian vaper dgn baju kucel yang membawa device murah utk sekedar konsultasi atau coiling mendapat perlakuan negatif. Sikap memandang remeh ini seketika berubah mjd penjilat ketika yg datang vaper dgn penampilan perlente yang membawa device high end. Kasus ini dulu sering tjd pd vapestore yg biasa buat nongkrong dan belanja vapers berduit. Mereka menganggap tokonya segmented, hanya vaper tertentu yg akan dilayani scr maksimal. Selain itu, masih ada lagi perilaku vaporista yg membuat orang2 enggan datang ke vapostore, misalnya respon thd keluhan pelanggan. Ketika ada konsumen komplain atau mengajukan klaim garansi, seringkali vapestore tdk memberikan solusi mengenai birokrasi yg hrs ditempuh konsumen utk mendapatkan haknya. Seolah mereka cuci tangan, komplain langsung diarahkan ke produsen dgn alasan mereka hanya jualan. 
 SOURCE: FB JOHNY SOMPRET

Tidak ada komentar: